Obat Bikin Janin Tidak Berkembang ( ABORSI )

Penyebab Janin tidak berkembang bisa di dapatkan dari pola hidup masing-masing wanita yang sering mengkonsumsi sebagian obat yang menghambat perkembangan janin itu sendiri dan obat apa saja yang bisa menyebabkan janin tidak berkembang di dalam rahim calon ibu itu? Mari simak yang berikut ini tentang apa saja obat penyebab janin tidak berkembang.


OBAT PENYEBAB JANIN TIDAK BISA BERKEMBANG
  1. Obat Antibiotik - Seperti kita ketahui bahwa antibiotik diperlukan untuk membunuh bakteri penyebab infeksi, namun ada beberapa antibiotik tertentu yang dapat menyebabkan keguguran, antibiorik juga dapat memprovokasi pertumbuhan berlebih dari jamur vagina, yang dapat membuat lendir serviks memusuhi sperma. Tapi ingatlah bahwa tidak semua antibiotik seperti ini. Itulah kenapa antibiotik harus digunakan sesuai dengan petunjuk dokter.
  2. Obat Antidepresan - Ini merupakan obat penenang yang tentunya ada pengaruhnya terhadap hormon tubuh dan libido, salah satu efeknya adalah meningkatkan kadar hormon prolaktin, dan ini bisa menekan ovulasi. Tapi ingat menghentikan penggunaan antidepresan bisa berbahaya, maka dari itu pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter.
  3. Obat Anti-malaria - Contoh obatnya Plaquenil bisa membahayakan janin.
  4. Obat Darah Tinggi - Tidak semua obat darah tinggi memiliki efek yang dimaksud, diantara yang menjadi resiko adalah ACE inhibitor dapat meningkatkan prolaktin, yang dapat menekan ovulasi. Menghambat terjadinya kehamilan.
  5. Obat Antipembekuan darah - Warfarin (Coumadin) menyebabkan cacat lahir, kematian bayi, keguguran, dan kelahiran prematur.
  6. Kortikosteroid - seperti Cortisone dan Prednisone. Obat ini tersedia dalam sediaan minum, suntik, dihirup, atau digunakan sebagai krim atau salep, kortikosteroid mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal-gatal alergi, asma, dan radang sendi. Wanita mengambil obat ini jangka pendek tidak akan melihat perubahan dalam kesuburan. Tetapi karena kortikosteroid berhubungan erat dengan hormon kortisol, yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, penggunaan jangka panjang dapat membuang siklus menstruasi dan ovulasi. Kortikosteroid digunakan untuk ibu hamil juga menyebabka nresikokelahiran prematur.
  7. Diuretik atau pil kencing - Biasanya digunakanuntuk mengobati pembengakakn atau penumpukan cairan tubuh, obat ini dapat menyebabkan dehidrasi dan menyebabkan kekeringan lendir serviks.
  8. Obat Epilepsi - Obat yang digunakan pada pasien epilepsi umumnya bersifat teratogenik, artinya dapat menyebabkan cacat lahir seperti kelainan jantung bawaan, bibir sumbing, kelainan tabung saraf tulang belakang, dan lain-lain Isotretinoins. Digunakan untuk mengobati jerawat (Accutane, Amnesteem, Claravis, dan Sotret) dan obat lain yang berhubungan dengan retinol (senyawa vitamin A), termasuk tretinoin topikal (Retin-A), menyebabkan cacat lahir, kematian bayi, keguguran, dan persalinan prematur.
  9. Obat Migrain - seperti Imitrex, Propranolol, Ergots dan Triptans. Ergots dapat membatasi aliran darah ke rahim, yang dapat mengganggu implantasi. Sementara belum ada studi triptans pada manusia, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa obat ini membawa peningkatan risiko keguguran.
  10. OAINS (obat anti inflamsi non-syteroid) - Sering digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan contoh obatnya seperti ibuprofen, asam mefenamat, misoprostol cytotec ( baca juga: Obat Cytotec ) dan lain-lain. Obat ini bekerja dengan cara memblokir prostaglandin, yang diperlukan untuk ovulasi dan membuat lapisan rahim kurang menguntungkan untuk implantasi sehingga ini tergolong sebagai obat aborsi yang wajib diwaspadai bagi seorang ibu yang sedang hamil. 
Ciri-ciri janin tidak berkembang
Nah itulah beberapa Obat Penyebab Janin Tidak Berkembang. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ciri-ciri janin tidak berkembang
  • Pendarahan - Ciri yang pertama adalah pendarahan. Pendarahan yang terjadi hampir sama seperti saat mengalami menstruasi. Saat terjadi pendarahan janin yang ada di dalam rahim sedang luluh atau rontok.
  • Flek terus menerus - Tak hanya pendarahan saja yang merupakan ciri-ciri janin tidak berkembang, flek terus menerus juga merupakan suatu tanda jika janin tidak berkembang. Flek biasanya berwarna cokelat ataupun berupa darah segar. Jika Anda mengalami flek selama dua minggu tidak berhenti bisa jadi janin yang ada di dalam rahim tidak berkembang. Umumnya flek yang muncul akan berhenti selama 24 jam yang dikarenakan pembesaran rahim.
  • Nyeri hebat - Ciri-ciri janin tidak berkembang selanjutnya adalah nyeri hebat. Nyeri  perut yang menyakitkan dan hebat pada akhirnya dapat menyebabkan pendarahan. Selain merupakan ciri dari janin tidak berkembang. Nyeri hebat pada perut juga merupakan salah satu ciri dari hamil anggur.
  • Tidak mengalami kenaikan berat badan - Seorang wanita yang hamil pastinya akan mengalami kenaikan berat badan dalam setiap bulannya. Akan tetapi jika Anda tidak mengalami kenaikan bera badan segeralah melakukan USG untuk mengetahui kondisi janin yang ada di dalam kandungan.
Selain tetap kontrol kesehatan janin ke Dokter Kandungan dan kondisi APS ke Hematology, sebaiknya perbanyak makanan yang mengandung asam folat dan kaya antioksidan, yaitu vitamin E dan vitamin C, misalnya sayur atau buah-buahan. Selain itu, berhentilah merokok atau megkonsumsi minuman keras. Rokok dan alkohol juga dapat mempengaruhi kekentalan darah seseorang dan tentu saja memberi pengaruh buruk terhadap janin yang dikandung. Sehingga penting untuk menjauhkan janin dari keguguran. Apabila Anda bukan tipe wanita yang perokok, sebaiknya hindari suami yang sedang merokok, karena perokok pasif (yang menghirup asap rokok) memiliki risiko yang sama seperti perokok aktif.

Demikian ulasan dari kami semoga bermanfaat.
Scroll To Top